Pro 120 Links: Wisata - Berbagi informasi & pengetahuan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2019

Danau Linting Medan

Tentang Danau Linting Medan

Medan memiliki tidak sedikit potensi wisata yang tak kalah mempesona dari wilayah lain di Indonesia. Kota satu ini pun memiliki tujuan wisata tumpuan yang tak kalah dari keindahan Danau Toba yakni Danau Linting Medan. Ya, Danau Linting ini melulu mempunyai luas selama 1 hektare saja namun mempunyai pesona yang tak kalah memikat dengan ikon wisata Sumatera Utara yang terluas di dunia tersebut. Bagaimana sejarah dan keindahan yang ditawarkan Danau Linting? Yuk, simak ulasan menyeluruh berikut ini!

Sejarah dan keistimewaan Danau Linting Medan

Danau Linting Medan merupakan tujuan wisata di wilayah Deli Serdang yang masih terjaga keasliannya. Masyarakat setempat tidak tahu asal muasal terbentuknya telaga vulkanik yang eksotis ini. Berdasarkan legenda yang diandalkan  secara turun temurun, Danau Linting tidak lepas dari kisah mistis sampai-sampai ada aturan dilarang berenang sampai ke tengah danau.

Asal terbentuknya Danau Linting diandalkan  dari suatu gundukan bukit yang merasakan gempa dan getaran hebat sampai menciptakan ledakan kencang. Ledakan dahsyat tersebut membuat bukit tertelan dalam tanah sampai menciptakan cekungan besar yang pulang menjadi Danau Linting. Entah benar atau tidak, Danau Linting menyimpan kisah yang berbau mistis dibungkus dengan eksotisme lokasi wisata yang masih perawan. Masyarakat setempat tidak terdapat yang berani menghampiri sebelum nama telaga ini populer.

Ya, keistimewaan Danau Linting Medan terletak pada pemandangan telaga yang berwarna hijau tosca atau hijau kebiruan dengan temperatur hangat berasal dari belerang. Tidak ada wewangian belerang yang menguar tetapi akan terada ketika Anda menyantap air Danau Linting. Kalau pengunjung hendak berenang di bibir pantai pun diizinkan asal tidak hingga pembatas. Air yang mempunyai suhu 30 derajat celsius ini dapat menjadi terapi relaksasi air hangat yang enak pada anggota tubuh Anda.

Sebaiknya memang mematuhi aturan guna tidak berenang sampai ke tengah danau. Pasalnya, insiden pengunjung yang terbenam pernah terjadi sejumlah kali sebab abai terhadap larangan yang ada. Hal ini disebabkan kedalaman Danau Linting masih menjadi misteri sampai kini. Dulu, pernah terdapat seorang peneliti asing yang mengupayakan mengukur kedalaman telaga dengan mengulurkan benang sampai mencapai 100 meter pun, kedalaman telaga belum tersentuh sama sekali. Cukup tersiar misterius, ya?

Anda dapat merelaksasi penat dan stress di sekitar telaga dengan membawa tikar piknik. Nikmati pemandangan telaga yang eksotis dipadukan dengan pohon-pohon beringin sekitar telaga yang meningkatkan kesan asri. Bagi penyuka fotografi, pemandangan Danau Linting dengan gumpalan asap berasal dari belerang yang sedang di atas telaga semakin menciptakan kesan yang menawan. Tak heran kalau tidak sedikit orang tergoda merasakan eksotisme Danau Linting Medan ini.

Meski Danau Linting ini baru ramai diperbicangkan sejumlah tahun terakhir, Anda dapat menjadikan wisata di Kabupaten Deli Serdang ini sebagai destinasi wisata akhir pekan. Fasilitas yang minim mengingat tempat wisata masih dikelola oleh masyarakat setempat saja pasti bukan halangan. Ajak orang-orang tercinta merasakan liburan mengasyikkan di Medan, yuk! Abadikan masing-masing keindahan yang ditawarkan Danau Linting Medan dalam akun sosial media Anda.    
         
Baca lebih lengkap mengenai Danau Linting Medan.

Destinasi wisata menarik lainnya:

         

Selasa, 02 April 2019

Kampung Keling Medan

Mengenal Kampung Keling Medan

Kampung Madras atau yang biasa pula dikenal dengan sebutan Kampung Keling Medan adalah nama sebuah area yang mempunyai luas tidak cukup lebih 10 hektar di Sumatra Utara, Kota Medan. Di Kampung Keling ada komunitas penduduk India dalam jumlah banyak. Kawasan Kampung Keling ini bertempat tepatnya salah satu kecamatan Medan Petisah dan Medan Polonia.

Berwisata ke Medan, traveler bisa singgah di Kampung Madras yaitu landmark Kota Medan. Disebut pula sebagai Kampung Keling, sebab mengekor julukan populer etnis India yang banyak sekali berkulit gelap atau keling.

Sejarah Kampung Keling

Kawasan Kampung Keling Medan tadinya disebut “Patisah”, lantas seiring berjalannya waktu merasakan perubahan nama jadi “Kampung Madras” supaya menggambarkan bahwa area tersebut adalahtanah asal penduduk keturunan bangsa India.

Dalam sejarahnya Kampung Keling di Kota Medan berawal sejak mula abad 19. Ketika itu, ada tidak sedikit orang-orang dari India Tamil datang dari negaranya ke Indonesia guna menjadi pekerja, yaitu sebagai buruh perkebunan tembakau. Pada masa itu, semua pemilik kebun tembakau memang lebih suka menggunakan tenaga kerja impor India karena mereka dikenal sebagai pekerja yang giat dan patuh pada atasan mereka.

Hingga semakin lama, kian banyaklah orang-orang dari India Tamil bekerja di Medan. Lambat laun tidak melulu orang-orang India Tamil, namun orang-orang India Cheyttar dan Punjab juga hadir ke Medan dalam rangka mengadu nasib. Di samping menjadi buruh di perkebunan, pendatang dari India tersebut juga bekerja dalam bidang konstruksi dan sebagai pedagang.

Dalam daftar BWS (Badan Warisan Sumatera), regu kesatu Tamil yang menginjakan kaki di Medan yakni sejumlah 25 orang di tahun 1873. Rombongan kesatu itu dipekerjakan oleh pengusaha berkebangsaan Belanda mempunyai nama Nienhuys yang adalahpemilik perkebunan tembakau. Kemudian perkebunan tembakau tersebut familiar dengan nama tembakau Deli.

Pengusaha tembakau itu menjadikan tanah Deli termasyur di kancah perniagaan internasional. Saking terkenalnya di masa itu, tanah perkebunan tembakau itu dijuluki sebagai “Tanah 1 juta Dollar”. Kemudian semakin tidak sedikit para buruh yang datang dari India sebagai buruh perkebunan, penjaga malam, supir, pengendali kereta lembu, maupun pekerja untuk membina jalanan dan waduk.

Ketika kolonial Belanda menegakkan cabang Bank De Jawasche di Medan tahun 1879, maka sebanyak orang Sikh bekerja sebagai penjaga. Dikarenakan peluang ekonomi dan kondisi di Medan pada masa tersebut sangat bagus, maka beberapa pendatang dari India pun membuka peternakan lembu. Hal itu didukung pula dengan bertambahnya permintaan terhadap pasokan susu ke Belanda. Kemudian tidak sedikit pendatang India yang sukses dengan usaha peternakan lembu sampai orang-orang keturunan India di Medan familiar sebagai semua produsen susu lembu murni.               

Baca lebih lengkap mengenai Kampung Keling Medan.

Destinasi wisata menarik lainnya:

        
Gunung Sibayak

Tentang Gunung Sibayak

Danau Toba, Gunung Sinabung, Air Terjun Dua Warna, Pulau Samosir ialah deretan daya tarik alam yang sangat estetis dan telah sukses menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara guna singgah di Sumatera Utara. Selain sejumlah nama lokasi wisata populer tersebut, ternyata Sumatera Utara pun mempunyai spot unik seperti wisata Gunung Sibayak yang paling menakjubkan dengan keindahan alamnya yang tidak butuh diragukan lagi.

Keindahan yang demikian ini dapat Anda dapatkan dengan menyusuri trek pemanjatan yang dapat tidaklah terlampau sulit untuk pendaki pemula. Sesampainya di puncak wisata Gunung Sibayak ini, kita akan menonton pemandangan alam yang paling mengagumkan dengan daya tarik kota Berastagi yang lokasinya dijepit oleh Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Tidak mengherankan andai kini lokasi wisata itu menjadi referensi wisata akhir pekan di Sumatera Utara.

Disebutkan bahwa di kawah wisata Gunung Sibayak yang mempunyai luas 40,000m ini terdapat suatu batu cadas yang selalu menerbitkan uap panas, sementara pada unsur yang landai di bawah kawah tersebut dapat dijadikan spot guna berkemah. Dalam sejarahnya, lokasi wisata ini pun dikenal dengan nama Gunung Raja menilik pada zaman dahulu distrik ini dikuasi oleh 4 raja yakni Raja Kutabuluh, Raja Sibayak Lingga, Raja Sarinembah dan Raja Suka Barusjahe.                       

Lokasi Gunung Sibayak

Bagi kita yang tertarik untuk merasakan pemandangan alam wisata Gunung Sibayak yang paling menakjubkan ini, Anda dapat segera meluncur ke dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dengan elevasi yang menjangkau 2.094mdpl, lokasi wisata yang sangat memukau ini tergolong bagian dari Taman Hutan Raya Bukit Barisan.

Akses Ke Gunung Sibayak

Sedangkan untuk mencapai wisata Gunung Sibayak ini, Anda dapat memulai perjalanan dari pusat kota Medan dengan jarak sepanjang 60km. Bagi rutenya, Anda dapat menuju kota Berastagi yang lantas dilanjutkan dengan memungut jalan Jamin Ginting atau juga dapat Jalan Raya Sidikalang-Medan. Setibanya di Berastagi, perjalanan dilanjutkan dengan menempuh jarak 3km sampai akhirnya mendarat di tempat pendakian.

Jika kita datang ke wisata Gunung Sibayak ini dengan memakai kendaraan umum, maka perjalanan yang dibuka dari Simpang Pos Medan ataupun Jalan Jamin Ginting ini dapat ditempuh dengan menaiki kendaraan Bus Borneo, Bus Sinabung Jaya, Bus Sutra atau Bus Murni. Bagi menaiki bus ini dikenakan ongkos sebesar Rp 10,000. Dari kota Berastagi, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki angkot kama dan Anda dapat turun di tempat dekat jalur pendakian.                       

Baca lebih lengkap mengenai Wisata Gunung Sibayak.

Destinasi wisata menarik lainnya:

Pulau Palambak

Mengenal Pulau Palambak

Pulau Palambak merupakan tempat tersembunyi yang berada ditempat yang bisa jadi sulit guna dijangkau, tetapi penampakannya akan tidak jarang kali membius masing-masing mata yang sukses menemukannya, surga yang tersembunyi.

Dengan sistem pembatasan jumlah pengunjung disetiap harinya, pulau ini dapat mengontrol dan menjaga pesona alami yang ia miliki supaya tidak diganggu oleh ulah insan yang tak bertanggung jawab pada alam.

Pesona Pulau Palambak

Pulau Palambak menawarkan daya tarik yang mengagumkan dengan hamparan pasir putih yang tersebar disepanjang bibir pulau. Dengan suara riuh lambaian-lambaian pohon kelapa menawarkan dirinya guna dikunjungi dengan nama Pulau Palambak Besar. Meskipun pulau ini tergolong bagian wilayah Aceh, namun tidak sedikit pengunjung yang lebih memilih datang ke pulau ini melewati jalur dari Medan.

Melalui bandara Medan dan lebih dulu menghubungi pihak pengelola pulau untuk dikirimkan menuju lokasinya. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk dapat sampai ke pulau ini ialah sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan. Perjalanan air dilaksanakan dengan menumpang di kapal nelayan yang berkeinginan melaut ke pulau Balai, dengan masa-masa tempuh selama 4 jam.

Sesampainya di Pulau Balai, Kita dapat menginap di penginapan yang disediakan. Saran yang sangat tepat ialah menginap di penginapan Putri. Setelah hingga di Pulau Balai, hendaknya kamu segera menghubungi empunya penginapan di Pulau Balai supaya mencarikan kapal yang dapat digunakan guna berjalan-jalan menyusuri pulau-pulau kecil yang berada disekitar pulau selama mengerjakan perjalanan ke pulau Palambak Besar.

Pulau Palambak adalahpulau yang sepi. Disana kita dapat merasakan asyiknya bercengkrama dengan alam secara lebih dekat, lebih mendalam, dan lebih tenang tentunya. Pulau ini paling bersih, airnya jernih kebiruan, pasirnya putih dan paling halus.

Suasana yang paling didambakan  guna semua penyuka dan pengagum alam yang kaya dengan nuansa kedamaian. Pulau ini menyuguhkan segala hal estetis yang dipunyai alam. Ombak kecil yang riang saling berkejaran mengarah ke bibir pantai dan seakan mengolok-olok untuk berjabat, ia pulang luruh ditelan kerumunan air lainnya.                   

Baca lebih lengkap mengenai Pesona Pulau Parambak.

Destinasi wisata menarik lainnya:

Get notify via email